Februariku-

Temaram. Tak tentu arah. 
Begitulah malamku sejak februari berlalu.
Hati bergemuruh, bergelayut hanyut dalam untaian.
Beberapa kali kusebut ia dalam semogaku.
Terdengar sendu namun syahdu.
Berkilo-kilo pun aku tak ragu, jika ia memang untukku.
Aku aku dan aku, selalu mengucap rindu dalam setiap untaian doaku.:))
 

Komentar

Posting Komentar